Kota Yogyakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta bersama dengan Pusat Studi Bencana (PSBA) Universitas Gadjah Mada memberikan Bimbingan Teknis Kaji Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) kepada Lurah di lingkungan pemerintahan Kota Yogyakarta. Maksud dan tujuan dari Bimtek ini adalah untuk meningkatkan kapasitas ASN, pemangku wilayah Kelurahan, OPD terkait, dan Pendamping PB dalam melakukan kegiatan pengkajian dan penilaian kerusakan, analisis dampak, perkiraan kebutuhan pascabencana sehingga pemberian bantuan sesuai dengan nilai kebutuhan rehabilitasi pascabencana. Kegiatan diselenggarakan selama dua hari dimulai tanggal 29 – 30 April bertempat di gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Yogyakarta.
Hadir dalam acara pembukaan tersebut Ketua Pusat Studi Bencana UGM Dr.rer.nat Muhammad Anggri Setiawan, M.Si bersama dengan Kepala Bidang Kedaruratan Logistik Dan Rehabilitasi Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Yogyakarta Budi Purwono, S.T., M.T. Dr. Anggri dalam sambutannya menyampaikan tentang pentingnya JITUPASNA sebagai dasar dalam membantu menentukan prioritas kebutuhan masyarakat yang terkena bencana, mengalokasikan Sumber Daya sehingga memungkinkan alokasi sumber daya yang efektif dan efisien, meningkatkan efektivitas upaya rehabilitasi dan rekonstruksi, mengurangi risiko dampak bencana lanjutan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang terkena bencana.
Tenaga ahli dari CV Geo Art Science terlibat sebagai instruktur kegiatan bimtek yang diselenggarakan selama dua hari tersebut. Fitra Annur Hutami, ST., M.Sc menyampaikan konsep dan pemahaman mengenai Manajemen Rehabilitasi dan Rekonstruksi dimana selama ini kita seringkali sulit untuk membedakan antara kaji cepat bencana yang dilakukan sesaat setelah terjadinya bencana dengan Kaji Kebutuhan Pascabencana. Sementara Galih Aries Swastanto, S.Pd., M.Sc memandu peserta dengan studi kasus untuk melakukan simulasi tahapan serta proses – proses yang perlu dilakukan pada saat pengumpulan data JITUPASNA. Galih menekankan data JITUPASNA sangat diperlukan untuk menghasilkan sebuah dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang komprehensif dan dapat diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan daerah sebagai upaya untuk mengurangi risiko di masa yang akan datang (build. Back, better). (GAS)

