Gunungkidul – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul bekerjasama dengan Geo Art Science memperkuat informasi kebencanaan dengan melibatkan masyarakat untuk mengumpulkan informasi Kesiapsiagaan Masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 16 – 17 April 2025 bertempat di Kantor BPBD Kabupaten Gunungkidul, Provinsi D.I Yogyakarta.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan stakeholder di tingkat kalurahan yang ada di Kabupaten Gunungkidul sejumlah 147 kelurahan. Kegiatan dilaksanakan untuk memberikan update kondisi kesiapsiagaan masyarakat (IKM) sebagai dasar dalam melakukan Review Dokumen Kajian Kajian Risiko Bencana Kabupaten Gunungkidul. Tenaga Ahli dari Geo Art Science memperkenalkan aplikasi inarisk personal kepada peserta serta menjelaskan fungsi dan manfaatnya. Selain menyediakan informasi risiko bencana berdasarkan lokasi pengguna, Panduan evakuasi dan langkah mitigasi untuk menghadapi berbagai jenis bencana, edukasi tentang kesiapsiagaan dan tindakan darurat, aplikasi ini juga digunakan untuk melakukan survei pengumpulan data IKM yang akan digunakan untuk menyusun dokumen kajian risiko bencana yang lebih komprehensif.
Sejumlah indikator tercantum di kuesioner IKM dari masing-masing potensi ancaman bencana. Di antaranya pengetahuan kesiapsiagaan, pengelolaan tanggap darurat, pengaruh kerentanan masyarakat terhadap upaya pengurangan risiko bencana (PRB), ketidaktergantungan terhadap dukungan pemerintah, hingga bentuk partisipasi masyarakat. Tidak hanya pengumpulan data IKM perwakilan dari setiap kalurahan juga melakukan participatory mapping memberikan informasi peristiwa kejadian bencana yang pernah terjadi, informasi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan akurasi peta risiko bencana yang akan disusun. Kualitas dokumen kajian risiko bencana yang komprehensif diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan khususnnya dalam penataan ruang.

